23 Mar 2010

Netiguette.

-Internet dan etika-

Bukan cuma hidup yang perlu etika, internet pun menjadi salah satu bagian yang membutuhkan adanya unsur etika. Pertanyaan saya cukup simpel tapi "mungkin" sulit untuk dilakukan, "Sudah kah kita berinternet dengan menggunakan etika?" Well..saya sedang belajar untuk itu. Contoh kecil : Tidak memaki, menyindir atau mencela siapapun pada ruang publik seperti facebook atau mungkin blog kopicoklat ini. Dulu, mungkin saya menjadi salah satu dari sekian banyak wanita yang suka mempublish apapun soal pribadi. Dan kemudian melihat banyak contoh kasus yang seharusnya..yess seharusnya..menjadi tamparan keras untuk semua orang untuk tidak sembarang memposting sesuatu. Dan itu terjadi pada saya. Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan teman tempo lalu.."Kenali dulu medianya, ketahui fungsinya dan telisik lebih jauh dampaknya". Saya akui ketika emosi sedang di ubun-ubun asik rasanya mendzolimi pihak tertentu, maksudnya sih biar orang yang kita maksud bisa baca dan tahu bahwa kita sedang emosi. Tapi kemudian lihat efeknya, mungkin kemarin-kemarin saya sedang mujur karena tidak ada feedback yang terlalu berarti, tapi untuk yang lain? benarkah masalah hanya sampai disitu saja? bisa lain cerita kalau yang kita sindir ternyata lebih memilih membalasnya melalui jalur hukum, nah loh!! ga mau itu semua terjadi kan? di pikir berulang-ulang ya sebelum memposting sesuatu.



Kaya yang saat ini sedang saya lakukan, asyik masyuk dengan blog pribadi, dan menganggapnya sebagai diary kecil, tapi tunggu! jangan berpikir bahwa blog tempat kita biasa mencurah kan segala macam unek-unek bisa aman dari dampak negatif berinternet. Seperti yang saya bilang, kalau kita lupa beretika ketika berinternet bisa-bisa hal negatif bakalan menghampiri. Mudah-mudahan ketika saya memposting sesuatu di blog ini sudah terbebas dari unsur-unsur mendzolimi pihak lain.

Saya sering blog walking, ada beberapa blog yang membuat saya cukup terkesima karena isinya ga jauh-jauh dari caci maki dan mengkritik dengan bahasa yang cukup pedas. Ga suka artis ini, ga suka orang ini dan lain sebagainya. Well..semua memang punya hak untuk berekspresi di ruang publik. Tapi beda loh antara berekspresi dengan nyampah. Jangan lupa, ga melulu orang berpandangan bahwa kritik yang di lontarkan bersifat membangun.
Nah sebagai kaum yang sudah di cap sulit lepas dari gosip atau rumpi, kaum saya terlihat paling sering kena masalah dengan ruang publik. Mungkin karena bawaan lahir sudah bawel jadi susah kali ya menahan untuk tidak mempublish apapun ke ruang publik.

Imo belakangan kritik menjadi sebuah ajang pelampiasan hati karena tidak toleran dengan kekurangan orang lain, alih-alih berdiri di belakang alasan untuk kebaikan.
Kita semua memang punya sisi buruk, tapi mungkin saya berpikir lebih baik sisi buruk dalam diri kita biarkan berdiri pada tempatnya. Lagipula kalo bisa memposting sesuatu yang baik, kenapa harus yang buruk?.
Mudah-mudahan postingan saya kali ini bisa menjadi pengingat untuk diri sendiri setiap kali mau membombardir seseorang ataupun pihak lain melalui ruang publik.

Adios.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar