19 Jun 2010

Lana Part II

Masih dengan isak tangisnya, Lana mencoba mengatur nafas dan membuat dirinya setenang mungkin. Apa yang di lihatnya sore tadi telah menghancurkan perasaannya. "Jusuf salah..tidak ..bukan..saya yang salah".. ucapnya terbata-bata. "Jika saja malam itu saya tidak menggubris tegurannya, jika saja saya tetap bersikeras untuk tidak lagi berinteraksi dengannya, tidak ada lagi perasaan sakit seperti yang saya rasakan saat ini"..dan air mata Lana kembali mengalir..

Sesaat kemudian ia menyambar note book kesayangannya, dan mulai memainkan penanya di atas lembaran kosong..boleh saya ngomong suf? boleh saya menyampaikan apa yang saya rasakan suf?
Keluar dari hidup saya dan biarkan saya menjalani hidup saya dengan kamu sebagai kenangan..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar