6 Jun 2010

Heart..


(theme songs : beautiful mess - jason mraz)


Kenapa ya saya menikmati sekali mendengarkan lagu ini berulang-ulang. Padahal jelas-jelas setiap mendengar alunan minornya tersirat rasa sedih, sakit, perih dan.. kembali mengingat sesuatu yang sebetulnya saya sendiri sudah tidak lagi menghiraukan hal tersebut.
Dan segala sesuatu selalu ada 2 sisi, sisi lain yang menurut saya positif adalah setelah selesai mendengarkan seperti ada perasaan bersyukur karena saya sudah melewati dan merasa lebih beruntung untuk semua hal yang saya punya hari ini.

Kemaren sempet ngobrol ngalor ngidul sama Tyas. Tentang kebesaran hati temannya dalam menerima keputusan pisah karena hadirnya orang lain. Dan yang lebih hebatnya lagi ketika mendengar bagian disaat mereka tetap bareng-bareng dalam melakukan aktifitas diluar rutinitas pekerjaan such as : makan, nonton, haha hihi dicoffee shop etc. Pertanyaan yang muncul dalam benak saya langsung banyak. Ketika seseorang hadir diantara teman dan gurauan yang mereka buat, sanggupkah saya mengontrol diri agar bisa bersikap biasa-biasa saja dan menganggap seolah-olah tidak terjadi apa-apa seperti yang teman Tyas lakukan? apakah saya tidak akan melakukan curi-curi pandang ketika tiba-tiba sesekali mereka terlihat bersenda gurau?? dan apakah saya bisa menerima itu semua dengan pulang kerumah dalam kondisi baik-baik saja?? tentu saja tidak (dengan alasan yang tidak bisa saya jelaskan). Buat saya melakukan hal seperti itu ga gampang, perlu mental yang kuat untuk bisa melakukannya. Dan saya salut sama mereka yang bisa bersikap seperti itu. Yah walaupun ada pepatah bilang sedalam-dalamnya laut masih bisa diselami tapi soal dalamnya perasaan orang cuma dia aja yang bisa menyelaminya. Beneran ikhlas atau karena sikon yang mengharuskan mereka harus tetep beriringan kan ga ada yang tau juga. Tapi tetep aja salut!. Dan tetap ada sisi lain dari sebagian teman dekat yang memilih untuk memutuskan membuang semua bagian yang terkait dengan masa lalunya dan mulai mengurus urusannya masing-masing.


Kenapa sih saya masih suka bahas hal-hal kaya gini??
Masih penasaran dengan masa lalu??
Masih belum terima dengan masa lalu??

Bukan...bukan itu...

Saya cuma bingung sama apa yang ada didalam hati. Berkali-kali mencoba menyelami dan berusaha mengerti apa yang dia mau tetep saya ga bisa mengatasinya. Dan Tyas cuma bilang gini ke saya.." dont reject your feelings...apapun yang masih lo rasain sekarang biarin aja berjalan dengan semestinya..cukup kasih ruang untuk dia bergerak dengan ritmenya sendiri.."
Akhirnya saya menyimpulkan sendiri bahwa ..aaah lagi-lagi berpedoman dengan sebuah tagline jadul..time will tell everything..
Tapi untuk kali ini maknanya beda. Bukan ditujukan untuk sesuatu yang saya miliki saat ini tidak mempunyai nilai apa-apa (jelas saya bersyukur dengan apa yang saya miliki hari ini). Tapi lebih untuk sesuatu yang mungkin sebagian orang menganggap sepele (mungkin juga tidak) untuk dilakukan, tapi untuk saya butuh waktu dan proses yang cukup alot.


Mungkin
ya..mungkin saja..
seperti yang Deni selalu sampaikan kesaya, semua mungkin sampai kemudian hal itu terbukti tidak mungkin..

Jika saja..
suatu saat..
berpapasan dengannya, pada saat itulah saya berharap sudah bisa menunjukan sikap bahwa ini semua proses pembelajaran hidup yang harus saya lewati. Bukan untuk dibenci tapi diambil sisi baiknya yang menjadikan saya lebih memaknai setiap inci perjalanan hati saya dalam mencari rumah yang tepat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar