10 Feb 2010

Sesuatu yang hilang, usang dan terbuang.

Perut mendadak mual, rasanya seperti diaduk-aduk oleh sebuah mesin berkekuatan besar. Jantung berdegup kencang, sesak memenuhi rongga dada dan potongan-potongan puzzle memori kembali membentuk sebuah kejadian yang tidak ingin diingat lagi, tidak ingin diraba lagi, dan tidak ingin dilihat kembali.

Saya sudah berjalan atau mungkin bahkan berlari meninggalkan ruang tanpa udara, suara dan sinergi yang dulu pernah saya jadikan tempat untuk bernaung. Saya memilih untuk menyimpan bukan melupakan. Hati bukan tempat untuk menyimpan,tetapi sesuatu yang ada dibalik tempurung kepala saya lah yang menyimpan. Ya, dia lah yang telah menyimpan setiap detail proses 6tahun saya. Sesuatu yang seandainya saya bisa memilih, saya ingin mengeluarkannya dari cangkang kepala saya dan menggantinya dengan memori card kosong.

Seseorang berceloteh, tentang sesuatu yang terhubung dengan masa lalu. Apa yang dia lihat belum lama ini. Saya menyimak dan berusaha terlihat biasa tanpa dia tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam diri saya. Semua bergemuruh, tidak jelas dan tidak bisa saya mengerti kenapa saya masih mengalaminya. Perasaan tidak nyaman itu kembali menggelayuti hati dan pikiran saya. Seolah-olah mesin waktu sukses membawa saya kembali ke masa lalu. Terpental jauh. Saya berdiri dan kembali di ingatkan oleh sesuatu yang sama sekali tidak ingin saya ingat. Kebohongan. Ya, sebuah kebohongan yang di ciptakan untuk berlari dari saya dan hubungan. Semua masih terekam jelas. Sejelas rasa sakit dan perih.


Saya berharap bisa hilang ingatan sebagian. Hanya sebagian.


Bosan rasanya mendengar opini basi yang terkadang saya pikir saya tidak membutuh kan nya sama sekali. Mereka hanya bisa beropini tanpa tahu rasanya seperti apa, tanpa pernah mengalaminya bagaimana. Yang mereka lakukan tidak lebih ingin menjadi teman yang terlihat wise dan baik untuk seorang teman lainnya yang sedang mengalami rasa sakit.
Pernah kah kalian sadari, terkadang sentuhan-sentuhan sepele disaat seorang teman membutuhkan satu kekuatan untuk "move on" lebih bermakna dibanding dengan saran-saran klise kalian yang terdengar umum dan tidak berkelas. Beruntung saya dikelilingi orang-orang yang tepat, sahabat. Mereka tidak pernah ingin menjadi juri dalam hidup saya. Tidak pernah ingin menjadi sosok "paling ngerti, paling tau dan paling wise". i love you guys, indeed n_n.

Jangan berpikir bahwa segala sesuatu menjadi terlihat berlebihan. 6 tahun bukan perkara sepele (untuk saya pribadi). Saya juga bukan tipikal orang yang menelanjangi diri sendiri dengan menulis status menye-menye dengan harapan orang akan lebih mengasihani saya. Saya hanya ingin proses ini berjalan dengan semestinya. Saya tahu waktu tidak akan pernah menunggu. Hanya diri saya sendiri yang bisa menyelesaikan semua sebaik mungkin. Mencoba berdamai dengan diri sendiri adalah hal tersulit yang selalu saya lakukan sampai saat ini.

Dia memang datang, sesuatu yang hilang, usang dan terbuang. Bukan untuk kembali mengisi dan bukan juga untuk berbagi. Hanya untuk mengingatkan diri saya untuk sesegera mungkin menghempaskan semua kebencian menjadi sebuah keikhlasan. Memberi maaf adalah memberi sedikit ruang kebencian dalam hati. Saya berharap bisa melakukannya, dengan segenap hati.

Setelah berbulan-bulan proses itu berjalan. Saya kembali merasakan sesuatu.Mendapati diri saya dengan perasaan-perasaan aneh sama ketika dulu mengalami metamorfosa jatuh cinta, sesuatu yang sulit untuk di urai satu persatu menjadi sebuah arti.

Si Bageur.

Now, i have you. For me, what I have with you now, lebih dari sebuah rasa. I love being with you, yess i do.Falling in love with you is like .."membaca sebuah buku favorite".. selalu ada kejutan di setiap kebetan berikutnya..So, I am welcoming you to my life.

Lets do that together..^^

2 komentar:

  1. And falling in love with you is like this... indescribable

    BalasHapus