18 Des 2010

Review The Blind side movie..



Sering banget lihat pemandangan pas makan disuatu tempat pinggir jalan, trus lihat orang-orang tuna wisma lalu lalang sementara kita sibuk mengenyangkan perut sambil ngobrol ngalor ngidul haha hihi sama temen. Pernah ga, ngerasa iba trus doing something for them? biasanya sih kebanyakan dari kita cuma melirik sesekali trus masang muka kasihan without do nothin..Entah karena makin banyak kaum dari mereka yang berlalu lalang dijalanan atau karena hati manusia yang makin lama makin kebal dengan rasa kasihan & ingin membantu..

Ga seperti yang dilakukan Mrs. Leigh Anne Tuohy untuk Big Mike difilm The Blind side. Latar belakangan materi yang sangat berlimpah dan sifat yang luar biasa menyentuh. Well 85 restoran peep! berikut dengan menjadi salah satu dari sekian penyokong dana untuk ole missisipi college :) . Yang kemudian satu hari bertemu dengan Big Mike, salah satu anak kulit hitam yang kemudian dapat bersekolah disebuah sekolah kristen yang cukup mahal karena kelebihannya didunia olahraga. Dengan latar belakang Big Mike yang cukup susah & rasa traumatik yang besar dengan masa lalunya, membuat jalan ceritanya terasa mengharu biru, saya nonton ini seperti layaknya sedang mengupas bawang. Makin dikupas, makin bercucuran air mata yang keluar :)

Based on the extraordinary true story, cerita ini bener-bener bikin saya terharu. Bukan cuma beberapa adegan ketika Mrs. Tuohy dan Big Mike mencoba untuk saling mengenal lebih jauh, tapi juga dialog yang mereka buat..sangat menyentuh :)

Dialog ini berada di situasi ketika Mrs Tuohy memberikan sebuah kamar baru untuk Big Mike.

Mike : Its mine?

Mrs. Tuohy : Yes sir

**

Mrs Tuohy : what?
Mike : never had one before
Mrs Tuohy : what, a room for youre self?
Mike :a bed

**

Mrs Tuohy : Well..you have one now..

Atau mungkin ketika acara makan-makan thanksgiving untuk keluarga Tuohy. Mrs Tuohy memutuskan untuk makan dimeja makan agar Big Mike tidak terlihat menyendiri dibalik meja makan miliknya..

Mrs Tuohy : Shall we say grace?..
heavenly father we thank you for all the many blessings on this family, we thank you for bringing us a new friend and we ask that you look for us on this holiday season that we may never forget how very fortune we are, amen.


*Lagi-lagi terharu & mewek T_T

Sebenernya ga heran lihat orang dengan kondisi seperti Big Mike, ga perlu untuk nengok ke negara-negara lain, Indonesia udah cukup tinggi untuk jumlah tunawisma & lain sebagainya. Cuma ketika saya lihat film ini, rasanya masih perlu mereview diri sendiri, atau yang lain juga mungkin?

Kita hidup ga sendiri, ada orang lain yang hidup dilingkungan sekitar yang masih butuh bantuan dari orang yang berlebih. Dulu tuh ada yang namanya GNOTA, sekarang kemana ya??

Well oke mungkin banyak yang bilang udah cukup cape liat kondisi para tuna wisma yang cukup banyak berseliweran dijalan dan terkesan menjadi ancaman buat kita disaat berada dilingkungan yang sama. At least bantu dengan orang terdekat dilingkungan rumah. Masih banyak anak yatim piatu yang butuh bantuan dari kita. Ga usah dengan nominal yang besar, cukup berikan hak mereka yang ada dalam pendapatan kita tiap bulan :)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar