14 Jul 2010

Just do it.

In many situations, all we have to do is just... Do. - Jerry Aurum-

Tidak sengaja membaca quote ini di salah satu status teman facebook, membuat saya terdiam beberapa menit, mengingat-ingat kembali ucapan salah satu teman beberapa waktu yang lalu. Kalimat yang sama dan penjabaran yang terus terang bikin saya speechless.

Kenapa?

Gambaran diri di masa lalu cukup membuat hati dan pikiran bertanya-tanya, benarkah semua yang ada dalam diri saya justru ada dalam label-label yang saya berikan untuk orang-orang di sekitar? dan ketika saya berdiri mematung di depan cermin sambil berusaha mengingat kembali hal apa saja kah yang sudah saya lakukan dan berdampak negatif ketika saya pergi dari tempat itu, jawabannya adalah iya.

Lalu apa kaitan quotes itu dengan apa yang pernah saya lakukan dulu.
Kasarnya jangan terlalu banyak complain terhadap sesuatu.

Yess, dengan kondisi seburuk apapun dan dihadapkan dengan pilihan yang sedikit, tetap bersabar dan melakukan semuanya sesuai dengan porsi masing-masing adalah solusi terbaik. Dulu saya tidak bersikap demikian, ada hal yang tidak menyenangkan sedikit, langsung ngomong! ada beda pendapat sedikit, langsung ngotot!. Gampang menilai, gampang memvonis orang dan suka sekali menggiring yang lainnya untuk sepaham dengan saya, tanpa babibu! dan tanpa memberikan waktu untuk mengenal lebih dalam/jauh dengan apa yang saya perdebatkan. Ibarat kata saya terlalu rempong ngurusin orang lain ketimbang bercermin untuk diri sendiri.


Sama ketika saya dan salah satu teman dekat dihadapkan pada situasi yang membuat rahang mengencang, gigi bergemerutuk gemas dan emosi berlebih karena sesuatu yang dia kemukakan bersebrangan dengan saya. Dan lucunya, saya menyikapi semua perbedaan itu dengan cara yang sudah jelas salah tapi yakin paling bener.

Di susul dengan kejadian-kejadian lainnya, seperti ketika masuk di kantor-kantor sebelumnya. Pengalaman pahit yang saya alami, membuat saya di kemudian hari berpikir jauh sekali sebelum melakukan sesuatu.
Seperti yang temen saya pernah bilang "What goes around, comes around"
Dan saya berusaha memahami kembali maksud dan tujuannya. Karena terkadang saya membaca, mengerti tapi tidak melakukannya. Berhati-hati dan bersikap apa adanya adalah solusi terbaik untuk saya ketika memasuki lingkungan baru.

Melakukan bukan berarti pasrah, bukan berarti tidak punya kekuatan. Karena dengan tetap melakukan dengan jatah rezeki yang sudah diatur sama Tuhan, saya yakin ada satu hal positif menanti saya di sana. Entah dengan pikiran yang lebih terbuka, menambah skill yang belum sepenuhnya kita kuasai atau lebih bisa memahami orang lain dengan karakter yang bersebrangan dengan pribadi kita.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar