29 Jun 2010

Definisi pacar..


Blogwalking..
Dan saya menemukan
ini
Pasti pada gemes deh yang udah pada baca, ko bisa ya disaat kita memberikan ketulusan eh dianya malah bersikap kerdil kaya gitu..


Saya posting link ini untuk menambah wacana untuk para perempuan mengenai satu jenis sifat laki-laki yang ada di muka bumi ini. Eh ko kalimat saya kedengerannya kaya pilih kasih ya, seolah-olah laki-laki dibuat dengan aplikasi yang lebih condong ke sifat-sifat buruk, sedangkan perempuan tidak..oh no no..bukan itu, saya hanya merasa apa yang ada dalam postingan tersebut pernah saya alami dulu. Dulu sekali..terjerat dengan yang namanya cowo, inget..bukan pria, melainkan COWO. Dan mudah-mudahan kalian yang membaca bisa sedikit menganalisa mana cowo dan mana pria..

Jadi teringat obrolan entah kapan, dengan salah satu teman soal definisi pacar. Buat dia pribadi, memilih untuk tidak berhubungan dengan siapapun sampai nanti dia menemukan calon pasangan atau yang sekarang ngetren disebut sebagai Ta'aruf yaitu ketemu langsung nikah, bertujuan untuk tidak membebaskan para lelaki menikmati seks gratis dengan status sebagai pacar. Karena menurut pendapatnya, pacaran itu hanya merujuk kepada hubungan fisik. Dan mereka, khususnya para lelaki hanya dengan mendengarkan kalimat "iya, saya mau jadi pacar kamu" ..seperti dipersilahkan memasuki gerbang menikmati seks gratis dengan pilihan bukan perempuan sembarangan, cantik bersih dan terawat. Opininya sama dengan apa yang ada didalam blog yang saya posting disini. Hmm kalo cara menilai hubungan pacaran dengan kacamata seperti itu, mereka yang menjalani dengan cara berhubungan sehat sepertinya mengangguk tidak setuju..


Well..buat saya pribadi setiap persoalan selalu mempunyai 2 sisi yang berbeda. Setelah mengalami proses pengenalan diri sendiri dan karakter laki-laki yang silih berganti masuk kedalam hidup, membuat saya membiarkan opini itu mengalir. Dan hari ini saya sedang berada di sisi yang lain mengenai pacaran sehat dan penilaian soal laki-laki. Kenapa? bagaimana dengan mereka yang percaya akan karma? bagaimana dengan mereka yang menghargai para perempuan dengan cara setia pada pasangan, dan bagaimana dengan mereka yang menjunjung tinggi arti sebuah hubungan? kita ga bisa pukul rata dengan semua laki-laki yang ada di muka bumi ini. Mungkin memang agak sulit sih untuk mendetek laki-laki yang saat ini sedang mendekati kita itu cuma pengen enaknya aja atau beneran serius. Karena terkadang, kita kaum perempuan suka mengumbar tidak akan kena dengan rayuan maut para lelaki, dan berpegang teguh untuk stay away sama PK, tapi mayoritas dari kaum perempuan kebanyakan, di kirimin sms manis dikit langsung melting. Hey perempuan hey! bangun hey..*padahal saya juga suka mesem-mesem sendiri kalo Deni sudah mengirimkan sms dengan kalimat-kalimat maniss hihihi..tapi jangan terlalu dangdut juga dong yaaa..

Buat saya, terlepas dari sehat atau tidaknya hubungan yang saya jalani, semua sudah di pikirkan secara masak-masak. Dan Alhamdulillah, sebuah kevirginan masih menjadi hal krusial yang perlu saya jaga sampai nanti saya menikah ^^

Tapi mungkin ada beberapa bagian yang ada dalam tulisan diblog tersebut, saya setuju. Ga semua cowok bisa menjadi pria. Karena kelihatannya apa yang dilakukan para pria cenderung sulit untuk di lakukan para cowo. Berpikir kedepan, dan memilih menggunakan otak ketimbang emosi. Mungkin label cowo seharusnya pas diberikan untuk mereka yang masih teenager, tapi faktanya banyak juga cowo yang sudah seharusnya menjadi pria. Entah faktor-faktor apa sajakah yang menjadikan mereka lebih memilih menjadi seorang cowo ketimbang pria. Berkali-kali disakiti kah sehingga menimbulkan dendam pribadi? atau memang mempunyai jiwa sebagai seorang petualang sejati?...cuma dia sama Tuhan yang tau.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar