10 Mei 2010

..

Pagi ini saya janjian ketemu dengan salah satu teman baru, udah lama diatur-atur waktunya tapi ga pernah bisa direalisasikan. Kebetulan tempat yang dipilih tidak berada di dalam area mall. Saya ga suka dengan keramaian.
Berhubung sedang tidak melakukan kesibukan lain, saya memutuskan berangkat lebih awal. Mengenakan celana pendek, sepatu kets dan mengapit sebuah tote bag berukuran sedang, saya mulai menyusuri jalan.

Ga tau ya ini terjadi sama setiap orang, atau hanya saya saja yang memang punya kebiasaan aneh. Saya selalu sadar dengan lingkungan sekitar di tempat saya berjalan. Monolog, pikiran-pikiran penting-tidak penting, kebisingan-kebisingan angkutan, percakapan yang tidak sengaja saya curi dengar, tanah, trotoar, mimik muka orang dan banyak hal lainnya.

Seperti biasa, saya menyalakan ipod memilih lagu dan menyettingnya dengan volume maksimal. Keluar dari gerbang rumah, saya menyusuri jalanan yang setengah basah. Kayanya tadi malem ujan cukup deres, aspal masih pada basah nih. Uuhh tadi pagi mulai mimpi yang ga enak lagi, sampe kapan ya mimpi itu sering mampir di tidur saya, bikin tenaga terkuras habis dan bangun dengan terkulai lemas diatas kasur, mungkin karena kamu masih menyimpan rasa dendam, makanya masih sering menghampiri, sok tau kamu!! Arie mau ke Malay? enak ya orang lain udah mulai bisa melanglang buana kemana-mana dengan hasil keringat sendiri, saya pengen..sekalian ajak orang tua. Hmm..orang tua, parasit..jadi inget obrolan teteh kemarin..harus ya dia mengucap kata yang saya sendiri muak dengernya. Lah salah kamu juga, emang ga bisa nanya baik-baik soal barang-barang kamu yang dia pake?! baik-baik? bosen saya ngomong baik-baik. Tersadar dari sebuah monolog singkat, saya melihat sebuah panggkalan ojeg, mengangkat tangan dan ojeg pun menghampiri. Ke depan ya bang..eeh kenapa kamu naek si dia, saya paling ga suka, bau keteknya parah.. Ah sudah, lebih baik tahan hidung demi mempercepat perjalanan kedepan.

Ah itu dia angkotnya, saya menghampiri dan masuk kedalam. Mudah-mudahan tidak terjebak diantara orang gendut, mas-mas bau ketek atau abg yang berisik. Selalu...saya berguman seperti ini setiap kali masuk kedalam angkutan umum. Hmm saya pengen choco cips serena, barang itu ko sekarang makin sulit dicari ya? masa iya saya harus ketoko khong guan yang ada persis di sebelah kantor si teteh. Eh ini hari apa ya? dia janji mau bawa sepatu saya hari Rabu, semoga. Eh kamu yakin bisa untuk ga minta tolong apapun sama dia? ..iya saya yakin..daripada makan ati mending saya berenti berurusan dengannya.. Angkot berhenti untuk pertama kalinya, menunggu seseorang yang wujudnya masih terlihat kecil di sebuah gang. Aduh, itu orang bisa ga sih jalannya dicepetin dikit, udah ditungguin jalannya kaya putri solo. Kamu jadi orang ga bisa sabaran sedikit ya? aah cerewet!! Eh kapan ya saya bisa beli jam tangan Legonya? ih kamu ko bisa sih mikirin beli-beli barang terus, emang punya duit? saya mau beli sendiri ko, mudah-mudahan lowongan yang udah saya apply segera direspon, amin.
Ditengah-tengah menunggu tiba-tiba naik seorang perempuan bergaya casual yang terlihat sibuk dengan headphone dan walkman??!!..ooh well, saya jadi inget walkman saya yang raib entah kemana...eh gw kemaren baru beli ipad loh, perempuan tadi berbicara dengan entah siapa yang sedang di ujung sana melalui ponselnya. Kenapa kamu ga beli gadget macam Ipad?? buat apa? cuma untuk sebuah eksistensi? pih! saya bukan orang macem begitu, alah jangan pura-pura tidak butuh eksistensi lah, semua manusia butuh..iya, terkadang saya butuh, tapi untuk porsi yang cukup..paham kamu!!.. Lalu pandangan saya beralih ke jalanan, terbersit kembali soal sms..saya bukan parasit..dan saya bukan orang yang sok punya..heh, menurut kamu saya parasit? bukan ..kamu bukan parasit, kamu tidak pernah meminta, mereka lah yang memberi..ah sudah, tidak usah di pikirkan, dia juga bukan orang yang bertanggung jawab atas janji-janjinya selama ini..heh..berenti berbicara seperti itu..dia kakak saya..

Angkot sudah membawa saya setengah perjalanan. Seorang ibu-ibu naik bersama putranya, dan lagi..saya berguman agar dia tidak duduk di samping saya. Tapi ternyata lagi-lagi saya tidak beruntung, ibu itu duduk menghabiskan space yang sudah saya duduki, lagi-lagi harus bersabar T_T.

Sudah hampir mendekati sebuah pusat perbelanjaan, emm saya turun ga ya untuk membeli coklat bubuk, persediaan dirumah sudah menipis, aah nanti aja deh pulangnya. Bang kiri ya ucap saya pelan sambil bersiap-siap turun dan menyambung dengan naik bis kearah lokasi yang saya tuju. Sambil menunggu lampu berubah warna, saya melihat ke trotoar dan berpikir tentang si idola yang kini sudah mempunyai kekasih..untung lagunya udah diconvert, makasih ya Agug..tapi tetep aja virus itu masih bersemayam di laptop saya..kamu sih, waktu di instal kemaren kenapa ga langsung dibawa kerumah Bewok??!!..aah cerewet..percuma mau nyalahin, udah terlanjur..
Kemudian saya menyebrangi jalan raya dan mencari bis yang akan saya naiki..Aah lagu ini, Pathetic Waltz..jadi inget yang lalu-lalu..apa kabar ya dia sekarang??!!...hei, masih saja memikirkan dia..kamu ini..sembarangan aja ngucap..jangan asal ya, saya tidak berniat untuk memikirkannya..hanya selintas lepas..kamu ini kenapa sih??!! Aah itu dia bisnya, setengah berlari saya menghampiri bis yang sedang menunggu penumpang. Dan saya sudah menghempaskan bokong ini dikursi yang tidak bersahabat ini. Loh..tiba-tiba mata ini terserang rasa kantuk yang luar biasa, aah mungkin ga ada salahnya memejamkan mata hingga sampai ketempat tujuan. Saya terbangun dan menyadari sudah mendekati tempat yang saya tuju. Dag..dig..dug..aah kebiasaan, selalu berdegup kencang di saat mau turun..emang kamu pikir orang lain memperhatikan secara seksama ketika kamu turun..kamu tuh, bisa ga sih bantu saya untuk menghilangkan kebiasaan aneh ini.

Saya sudah sampai. Masuk dan memilih tempat untuk memesan dan berkutat dengan laptop. Saya mau Lasagna..aah ga..saya mau Spagheti..Lasagna nya satu ucap saya seraya memberi menu kepada pramusaji. Aah saya kan mau Spagheti..kenapa kamu pesan Lasagna..heh..bisa ga untuk mencoba berhenti berdebat dengan saya?
Sudah lebih dari beberapa kali saya mengunjungi tempat ini, tidak pernah merasa puas melihat ruangan ini. Tempat yang kecil namun mempunyai pelanggan yang dengan skala yang lumayan banyak. Mata saya tertuju pada pasangan yang ada dihadapan saya, tidak terlalu dekat..namun cukup bisa membaca ekspresi dari keduanya. Si perempuan yang menggunakan long dress terlihat seperti sedang menahan tangis..apakah mereka putus? salah satu berselingkuh? perbedaan agama? sedang kehilangan sesuatu yang berharga? tapi tunggu..lelaki itu tidak tinggal diam, di rangkulnya pundak si perempuan..emm..seperti sedang berusaha menenangkan si perempuan..hei, kenapa kamu memperhatikan mereka dengan seksama..mau sampe kapan menyamakan pengalaman pribadi dengan apa yang kamu lihat di depan mata??..aah kamu ini, saya kan hanya memperhatikan..jangan sok ga merasakan sakit yang dulu pernah saya kecap ya..saya sakit ya kamu sakit, saya bahagia kamu juga bahagia..saya jadi ingat apa yang pernah diucapkannya beberapa tahun yang lalu..aaah sudahlah, saya malas mengingat-ingatnya lagi..sebentar..biarkan saya menyelesaikan pembicaraan ini..ah saya sudah tahu, dulu dia pernah bilang sama kamu kalo dia ga tega lihat perempuan yang menangis tersedu-sedan pada sebuah ruang publik..cowok macam apa yang membiarkan wanitanya menangis sendirian..ooh ternyata saya cukup sering membahas ini dengan mu ya..tampaknya sudah diluar kepala..kita bersemayam dalam raga yang sama..masih perlu penjelasan detail??..oh ga perlu..lebih baik saya menunggu hidangan datang dengan membaca buku..aahh buku itu lagi, sudah berapa kali saya bilang..jangan beli buku berdasarkan referensi orang yang otaknya jauh lebih cerdas dari kamu..aah diam..saya mau membacanya..

-bersambung-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar