18 Apr 2010

Pilihan

Pagi ini saya ditelepon sama temen katanya minta ketemuan karena dia mau curhat yang banyak sama saya. Berhubung hari ini saya sudah kadung janji dengan teman lain, maka kita sepakat untuk bertemu besok. Mungkin mendengar kata besok terasa lama untuknya, dia memutuskan untuk bercerita intronya saja *katanya sih intro, tapi panjangnya ehem ehem ya neng..hehehehe*
Dengan rasa yang sangat sangat tidak sabar, si eneng memilih memulai ceritanya by phone via cdma *halah*.
Awal cerita kaya bingung setengah mati mau ngucap sesuatu, antara iya beneran galau atau lagi nahan kebelet hehehe. Katanya sih dia baru saja memutuskan untuk meninggalkan pacar keduanya karena satu dan lain hal. Cuma tetep dia ga bisa bohongin perasaannya yang ngerasa berantakan. Aduh neng, dimana-mana kalo pisah itu emang ga enak atuh. Mau pacar keberapa kan intinya mah perpisahan atuh ya. Tersu dia juga bilang si cowok keduanya ternyata menyetujui keinginan dia untuk pisah. Padahal memang dia yang menginginkan, tapi katanya ko malah sedih berat pas cowoknya meng-iya-kan keinginannya tersebut. Dan cerita-cerita berikutnya sudah bisa teman-teman tebak lah. Yang..Itu..itu..aja..cuma di ulang- ulang terus, kembali ditanya dan ditanya lagi..lagi..ditanya..lagi *halah* sama saya apa yang harus dia lakukan untuk bisa menenangkan perasaannya yang sedang kalut saat ini.

Well..ok..dulu saya juga pernah punya hubungan lain diatas hubungan saya yang real. Awalnya hanya ingin main-main mengingat hubungan saya dan pacar sedang dalam tahap bosan akut. Tapi dikemudian hari saya menemukan perasaan ini sudah mulai terbawa arus yang cukup deras. Saya terperangkap dalam permainan yang saya buat sendiri. Sebelum semua itu menjadi bumerang yang membuat hubungan saya porak poranda *halah* menjauh adalah pilihan yang saya pilih saat itu. Sesantai-santainya saya menjalankan hubungan dengan yang kedua, tetap ada rasa kehilangan yang saya rasakan *ya iya atuh neng*
Dan bersyukur saya bisa melewatin pait-paitnya, bengang bengongnya, ya semuanya lah. Kalo kata temen saya mah, hidup mau di atas atau di bawah semua harus bisa lo nikmatin lan. Jadi biar ga kaget kalo lo lagi diatas trus tiba-tiba drastis dibawah. Ada benernya juga sih si annonymous fren ini *adeeuh opo iki*, semua yang terjadi dalam hidup kita sebisa mungkin dinikmati pelan-pelan *sakit tapi nikmat? fake banget ga sih?*. Kali aja kita beneran jadi orang yang tahan banting *siapanya John Banting neng? hihihi*

Hidup itu adalah rentetan dari pilihan-pilihan. Lo mau jadi orang brengsek, pilihan. Lo mau jadi orang baik-baik, pilihan. Lo mau jadi orang ke-3 dengan rasa bahagia setengah mati dan di akhiri sakit yang tak terperi juga pilihan. Jadi mana yang lo mau pilih? sok mangga di pilih atuh lah *kaya dagang mangga dipasar kiara condong hihihihi*.
Kalo di antara kita di kasih kesempatan untuk memilih yang tidak baik *dulu* di antara pilihan baik, itu tandanya Tuhan lagi nguji kita. Semampu apakah kita mengatasi segala ketidak baikan ini. Hancur, berantakan dan semua-semua yang ga enak adalah pelajaran yang harus di ambil untuk menjadikan kita lebih baik lagi. Baik ya Tuhan, kita salah pilih aja masih di beri ending yang baik baik juga untuk diri kita. Ya udah kalo gitu saya milih tinggal di Longdon aja atuh ya dibanding tinggal di Cicaheum atau Kiara Condong yang selalu banjir setiap diguyur hujan hehehehe. Yiuuk tinggal di Bandung yiuukk....hayaaang!!..



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar